Tampilkan postingan dengan label karya sendiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya sendiri. Tampilkan semua postingan

17 Desember 2011

Membumikan The Beatles

Ah, ini cuma istilah ngaco, biar keren. Saya cuma berusaha membayangkan personel The Beatles sebagai orang biasa, dan orang Indonesia :) Mungkin seperti ini ya...

10 Desember 2009

SEJUTA KOIN UNTUK PRITA (versi kartu elektronik)

Kalau kemarin saya membuat lagu SEJUTA KOIN UNTUK PRITA dalam format MP3, kali ini saya membuat versi kartu elektroniknya. Dilengkapi dengan gambar Prita dan scrolling lyrics, lagu ini tidak perlu diputar menggunakan player seperti Winamp dsb., melainkan langsung di dalam kartu. Kelebihan lainnya adalah kualitasnya audionya ternyata lebih bagus versi kartu, meski pun bitrate-nya sama-sama diturunkan agar filenya tidak terlalu besar.
 
Teman-teman bisa membantu menyebarkannya dengan mendownload kartu tsb. (943 Kb) di:
http://www.4shared.com/file/169018145/7d79a2e4/sejuta-koin-untuk-prita2.html

09 Desember 2009

GRATIS: LAGU SEJUTA KOIN UNTUK PRITA

Kasus Prita Mulyasari yang menggegerkan, semakin menjadi-jadi ketika akhirnya wanita itu dijatuhi vonis harus membayar denda yang jumlahnya luar biasa besar untuk ukuran orang biasa (yang bukan orang kaya atau pun koruptor). Solidaritas masyarakat pun tergalang secara spontan ketika melihat adanya ketidakadilan di sekitar mereka.

Maka muncullah gagasan untuk mengumpulkan koin secara sukarela untuk membayar denda jika kasasi yang diajukan Prita atas putusan pengadilan tidak berhasil. Rencananya uang recehan tersebut akan dibayarkan apa adanya (tidak ditukar dengan uang lembaran dalam satuan yang lebih besar). Salah satu tujuannya adalah sebagai bentuk protes kepada pihak rumah sakit Omni International, agar mereka merasa malu. Namun di salah satu TV swasta, rencana itu ditanggapi pihak pengacara rumah sakit tersebut dengan sikap yang 'aneh'. Bahkan sang pengacara dengan enteng mengatakan bahwa pihaknya sesungguhnya tidak membutuhkan uang tersebut, dan akan disumbangkan kepada 'pihak yang membutuhkan'.

Siapa pun yang mengamati bergulirnya kasus Prita tentu merasa miris melihatnya. Betapa tidak, perseteruan antara seorang perempuan yang sederhana dan santun dengan sebuah lembaga 'internasional' sungguh tidak seimbang. Dan seperti kebiasaan di negeri kita, mereka yang kuat, yang kaya, yang besar, hampir dipastikan selalu jadi pemenang. Namun itu tidak berarti bahwa kita tidak boleh berupaya untuk menegakkan keadilan dengan cara apa saja semampu kita.

Saya, yang tentu saja bukan siapa-siapa, hanya bisa berdoa agar kebenaran diperlihatkan kepada kita. Sebagai bentuk dukungan kepada Prita, saya menulis lagu yang - meskipun ala kadarnya - mudah-mudahan bisa dinikmati. Filenya kecil (hanya 1427 Kb), dan jika berminat silakan klik link di bawah ini:

Download Lagu Sejuta Koin Untuk Prita

Selamat mendengarkan :-)

16 Agustus 2008

Surat Wasiat Bapak

Nak,
Saat kau baca ini
aku berharap Indonesia sudah merdeka
siapa tahu bapakmu ini tak sempat menikmatinya
keburu mati ditembus peluru
dan dikuburkan tanpa nisan
 
tapi aku rela
asal kau bisa menikmatinya
karena dijajah itu sungguh tak enak
dan itu pula sebabnya
aku mati-matian ingin merdeka
bebas dari tangan-tangan yang memperkosa hak-hak kita
 
Nak,
hati-hati juga
jika kebetulan kau sempat menikmati kemerdekaan
jangan biarkan dirimu terjajah atau menjajah bangsamu sendiri
sebab jika itu terjadi berarti
kau telah mengkhianati aku dan generasi bapakmu ini
 
tak usah jadi pahlawan
apalagi sok pahlawan
karena pahlawan itu hanya sebutan
karena pahlawan sejati hanya ada di buku cerita
lebih baik jadi rakyat yang jujur saja
karena dengan begitu
engkau telah jadi pahlawan
paling tidak bagi dirimu sendiri
 
 
Panjalu, 16 Agustus 2008

08 Maret 2008

DOA SEORANG BLOGGER

Bismillahirohmanirrohim,
 
Tuhan,
maafkan aku menulis doa ini lewat blog
padahal aku tahu persis bahwa Engkau sudah mendengar doaku
ini hanya karena doaku ada kaitannya dengan blog
juga karena alasan lain yang akan kuceritakan berikut ini
 
Tuhan,
kata pak ustadz, doa orang yang teraniaya itu makbul
dan aku merasa bahwa saat ini aku termasuk orang teraniaya
tapi entah menurutMu
 
yang jelas Tuhan, aku mem-posting doa ini menggunakan telkomnet
sebuah anak perusahaan Telkom yang mengaku selalu rugi
dan aku sudah lama teraniaya olehnya ya Tuhan
karena aku harus bayar mahal untuk koneksi ke internet
padahal menurut temanku di negara tetangga malaysia
dengan bayar senilai 200 ribu rupiah saja
warganya sudah bisa menikmati internet broadband 24 jam
sementara aku di sini dengan uang sebesar itu
paling hanya bisa online 20 jam saja
itupun dengan akses yang luar biasa lelet
 
kok bisa ya Tuhan?
Padahal negaraku ini katanya kaya
tapi warganya sebagian besar tetap miskin
mungkinkah karena kekayaannya sebagian besar dikorupsi?
 
karena itu, kalau Engkau berkenan, tolong sadarkan para koruptor itu
kalau tidak mau sadar juga, hukumlah mereka ya Tuhan
sebab saya suka mual, pengen muntah, melihat kelakuan mereka
kalau aku tidak takut Engkau marah
mungkin sudah kuludahi saja muka mereka
coba kalau tidak ada yang korupsi, negara saya ini bisa kaya beneran
bukan cuma cerita yang ada di buku-buku
 
kalau negara ini kaya, tolong juga ya Tuhan
pilihkan kami pemimpin yang takut padaMu dan sayang pada kami
sehingga kami bisa diperlakukan sebagaimana seharusnya
kami dibikin pintar dan tidak dibodohi
sarana untuk pintarnya juga diusahakan semurah mungkin
sekolah murah, makanan bergizi murah, pakaian murah, rumah murah
lapangan kerja banyak, dan sebagainya
internet juga ya Tuhan, tolong dibikin murah dan mudah diakses di mana-mana
agar saya tidak perlu bayar 600 ribu hingga 1 juta per bulan
gara-gara telkomnet yang seperti rentenir itu
padahal speed koneksinya sering ngedrop sampai 26 Kb per detik
tapi mau 26 Kb atau 56 Kb per detik, bayarnya ya tetap saja sama
bukankah itu sebuah kedzaliman?
padahal internet ini adalah salah satu sarana yang bikin saya tambah pintar, selain bakat tentunya
coba kalau tidak mahal...
 
Tuhan,
tolong jangan sarankan aku untuk mengadu ke bagian pengaduan Telkom
karena aku sudah bosan mengadu ke sana
bahkan kadang-kadang operator pelayanannya mangkir di jam kerja
sehingga aku hanya dijawab oleh answering machine yang menyebalkan
karenanya kali ini aku lebih memilih mengadu langsung ke Sang Maha Pemilik Telkom saja
 
dan kalau bisa ya Tuhan,
tolong usahakan agar tulisanku ini dibaca juga oleh Andrea Hirata
yang karyawan di PT Telkom juga agar dia meneruskannya ke pimpinannya
soal kebejatan pelayanan Telkom ini
siapa tahu kalau dia yang ngomong, ucapannya bisa lebih didengar
kan dia pengarang terkenal
 
Lalu tolong juga sadarkan orang-orang di pemerintahan yang memusuhi Onno W. Purbo dan malah mengelu-elukan Roy Suryo yang.. (ah, Engkau lebih tahu ya Tuhan)
Jangan biarkan mereka tenggelam dalam kebodohan
 
orang mau bikin internet murah kok malah dimusuhin..
seharusnya kan didukung dan diberi fasilitas
padahal uang yang dipakai pemerintah adalah uang kami juga
jadi kami juga berhak dong untuk menuntut agar digunakan dengan cara yang benar dan membuat kami lebih pinter dengan biaya murah
apa memang justru tujuan mereka supaya orang Indonesia tetap bodoh?
 
Mungkin memang begitu ya Tuhan?
Soalnya kalau kami pinter, pemerintah jadi sulit menipu kami lagi..
 
Jadi aku mohon sekali lagi, sadarkanlah mereka...
Supaya aku tidak perlu lagi langganan telkomnyet.. eh telkomnet rentenir itu
Jadi aku bisa tetep pinter dan bisa sedikit lega
karena uangku yang tidak banyak ini bisa lebih kuhemat
dan kugunakan untuk keperluan lain
 
Tapi maaf ya Tuhan,
aku tidak bisa lama-lama berdoa di postingan ini
soalnya online timer yang kupasang di komputer sudah melotot
mengingatkan rekening telepon bulan depan yang pasti bengkak
 
Oh, satu lagi ya Tuhan
kalau telkomnet tetep ngotot jadi penghisap darah blogger miskin
tolong beri kami alternatif lain untuk bisa akses internet dengan harga murah
soalnya aku tinggal di kampung dan sampai saat ini tidak punya pilihan lain
sehingga telkomnet bisa berlagak semaunya mencekik kami
 
Sudah dulu ya Tuhan..
Semoga doaku ini dikabulkan.
Amiiin.

22 Januari 2008

Mengintip 74 Tulisan Tata (FREE)

Mengintip 74 Tulisan Tata
Meski kadang meleset, konon, pribadi seseorang bisa diintip lewat tulisan-tulisannya. Tentu tidak mutlak, tapi paling tidak, gambaran besarnya ada di situ. Demikian juga dengan ebook ini.
 
Kalau Anda terbiasa membaca tulisan yang 'berat-berat', cobalah sekali-sekali membaca tulisan 'kelas kambing' seperti ini. Siapa tahu, 74 tulisan dalam ebook ini bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.
 
Ya, siapa tahu :-)
 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More